Jumat, 30 April 2010

Mengelola Rasa Iri

ciao amico....

Sobat, terkadang kita tidak sadar dengan satu "penyakit" ini. Tahukah kalian jika "penyakit" ini dibiarkan berkembang biak di dalam tubuh hingga otak kita? Maka akan terjadi suatu hal (negatif -bisa juga positif) pada sisten syaraf. Apakah "penyakit" itu?? Eeeeeiiitttt'sssss tunggu dulu, jika di kelola dengan baik, maka "penyakit" tersebut akan menjadi "obat" motivasi yang mujarab. Berikut penjelasan detailnya, kawan aku kutip dari beberapa sumber.

Iri

Iri ternyata tidak selalu memiliki konsekuensi negatif, tetapi justru dapat mendorong seseorang untuk merefleksikan diri dan mengembangkan diri. Namun, kapan dan bagaimana agar iri justru memiliki pengaruh positif seperti itu?

Iri adalah emosi negatif, berupa perasaan tidak senang atau sakit hati terhadap apa yang dimiliki atau apa yang dicapai (keberhasilan) orang lain, yang kita juga ingin miliki atau capai.

Ini hampir sama dengan sirik (schadenfreude)-[sirik bukan dalam arti sebenarnya.red] yang berarti perasaan senang melihat orang lain gagal atau susah. Orang yang iri biasanya sekaligus sirik. Orang yang tidak senang melihat orang lain sukses tentu sekaligus senang bila melihat orang lain gagal.

Tulisan sebelum ini telah menguraikan mengapa dan bagaimana iri terjadi. Iri merupakan konsekuensi dari pembandingan diri dengan orang lain (perbandingan sosial). Pada satu sisi, dengan perbandingan sosial, kita dapat mengembangkan diri berdasarkan apa yang kita ketahui melalui pengamatan kita terhadap orang lain. Di sisi lain, perbandingan sosial juga dapat menimbulkan perasaan iri. Sebagai emosi negatif, iri dan sirik tentu saja berpotensi mengganggu suasana hati.

Semakin seseorang mudah iri atau semakin kuat intensitas perasaan iri, maka ia akan semakin gelisah akibat rasa tidak suka dan sakit hati. Hal yang lebih dari itu juga dapat mengganggu hubungan interpersonal. Seperti yang sering digambarkan dalam sinetron-sinetron, iri dapat memicu tindakan-tindakan agresi, kekerasan, bahkan kriminal.

Di dalam keluarga, iri antarsaudara sekandung (sibling rivalry) membuat satu sama lain saling menyakiti. Di lingkungan kerja, iri akibat rasa ketidakadilan, akibat kesuksesan orang lain, dan lain sebagainya, dapat menimbulkan tindakan jegal-menjegal dalam karier atau akses-akses ekonomi.

Seperti halnya marah atau dendam, pada akhirnya iri justru merugikan orang yang bersangkutan. Itulah sebabnya diperlukan kemampuan untuk mengelola perasaan iri agar hal itu tidak berkembang destruktif atau merusak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain dalam hubungan interpersonal.


Hasil survei


Masih dari hasil penelitian oleh Faturochman, dosen Psikologi UGM, salah satu hasil yang diperoleh menunjukkan data tentang respons atau tindakan yang dilakukan oleh responden ketika mengalami iri. Tindakan-tindakan tersebut ada yang bersifat konstruktif, ada yang netral, dan ada pula yang destruktif.

Tindakan atau respons konstruktif ditunjukkan dengan jawaban: menjadi motivasi, bilang kepadanya, introspeksi, menjalin relasi, meminta saran, memberi apresiasi, dan kontrol emosi. Respons netral ditunjukkan dengan jawaban: tidak ada yang khusus dan biasa saja. Adapun respons destruktif ditunjukkan dengan jawaban: memendam, mendiamkan, bersaing, tidak suka, kecewa, dan menghindar.

Lepas dari kemungkinan bahwa responden tidak menjawab apa adanya atau cenderung menunjukkan kesan positif dalam merespons survei, kenyataannya, pernyataan mereka mengenai tindakan ketika mengalami iri adalah bervariasi.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan seseorang bila mengalami iri memang tidak selalu destruktif (baik bagi diri sendiri maupun bagi relasi sosial). Atas dasar respons-respons netral atau respons konstruktif yang tergambar dalam penelitian, kita mendapatkan gambaran bahwa iri dapat dikelola agar konstruktif.


Pengelolaan


Menengok kembali hasil survei yang telah disajikan pada tulisan sebelum ini diketahui bahwa ada empat kategori responden yang memiliki kombinasi pengalaman iri dan diirikan, yaitu: (1) yang pernah merasa iri dan diirikan; (2) yang pernah merasa iri, tetapi tidak merasa pernah diirikan orang lain; (3) yang merasa tidak pernah iri, tetapi pernah diirikan; (4) yang tidak pernah merasa iri dan diirikan.

Berdasarkan kemungkinan-kemungkinan di atas, tampak bahwa kelompok pertama dan kedua memiliki pengalaman iri. Berdasarkan dua kategori individu dalam hal iri itu, berikut ini saran pengelolaannya.

Bila kita termasuk dalam kategori individu yang pernah merasa iri dan diirikan, maka yang penting adalah kita mencermati kecenderungan diri kita sendiri, seberapa sering dan seberapa dalam pengalaman iri dan diirikan itu.

Bila pengalaman iri dan diirikan jarang terjadi, maka kemungkinan penyebab iri yang dialami ialah adanya situasi yang secara obyektif memicu perasaan iri (ketidakadilan dan sebagainya) atau karena berkembangnya konsep diri negatif dalam situasi tertentu. Munculnya iri seperti ini hanya memerlukan sedikit pengelolaan.

Bila penyebabnya situasi yang secara obyektif memicu perasaan iri, maka langkah yang diperlukan adalah mencari solusi atas masalah atau mengambil tindakan alternatif untuk melepaskan diri dari situasi yang menimbulkan iri.

Bila penyebabnya konsep diri negatif dalam situasi tertentu, langkah yang diperlukan adalah mengenali keterbatasan diri dan mengusahakan pengembangan diri, atau dengan menerima kenyataan bahwa setiap orang memiliki keterbatasan.

Adanya pengalaman diirikan yang melengkapi pengalaman iri yang jarang, atau hanya sesekali terjadi, menunjukkan bahwa individu ini kemungkinan memiliki hal-hal positif sehingga ada orang yang mengiri. Ditambah pengalaman iri yang hanya sesekali terjadi, kemungkinan besar secara umum individu ini memiliki konsep diri yang positif, dengan kelemahan-kelemahan dalam hal tertentu.

Dalam menghadapi pengalaman iri, individu jenis ini mungkin memiliki respons netral terhadap rasa iri atau bahkan konstruktif. Bila ada respons destruktif, maka hal itu mungkin sekadar kecewa. Lain halnya bila pengalaman iri dan diirikan sering terjadi dengan intensitas yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut berproses menemukan dirinya.

Selain mungkin disebabkan oleh kurangnya interaksi sosial, orang ini mungkin terbiasa diunggulkan di dalam lingkungan keluarga, kurang berpengalaman menerima diri apa adanya, atau dibesarkan dalam situasi kompetitif. Ia memfokuskan harga dirinya pada keunggulan-keunggulan diri dibanding orang lain.

Ia sangat intensif melakukan perbandingan sosial, dengan kecenderungan mencari pengalaman yang meningkatkan rasa harga dirinya atau menghindari penurunan harga diri dalam perbandingan dengan orang lain. Akibatnya, ia tidak menginginkan kelebihan dan kesuksesan orang lain, dan ingin melihat orang lain gagal atau terkalahkan dengan membuat diri sedemikian rupa sehingga diirikan.

Bila kemungkinan respons terhadap pengalaman iri itu ditinjau, maka mungkin individu-individu dengan tipe ini lebih cenderung mengembangkan respons destruktif, seperti mendiamkan, bersaing, tidak suka, kecewa, dan menghindar.

Pengelolaan diri yang diperlukan adalah dengan belajar menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya. Diperlukan langkah mengenali kekuatan dan kelemahan diri yang dimiliki berdasarkan aspek-aspek fisik (postur tubuh, wajah, kesehatan, dan lain sebagainya), aspek psikologis (kemampuan, sifat, motif, dan lain sebagainya), aspek sosial (relasi sosial, keluarga, dan lain sebagainya), dan aspek moral-spiritual (perilaku etis, relasi dengan Tuhan, dan lain sebagainya).

Berdasarkan pengenalan diri tersebut, seseorang dapat mulai mengembangkan diri secara sehat dengan terus mengembangkan kekuatan yang ada, tanpa terlalu fokus terhadap orang lain. Kelemahan perlu diperbaiki, khususnya dalam aspek sosial, dengan cara lebih berempati terhadap orang lain.

Empati (menempatkan diri dalam posisi orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain) merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan rasa iri atau kesenangan membuat orang lain iri.

Dengan mengembangkan diri seperti itu, ia dapat semakin matang dengan bebas dari pengalaman iri yang sesungguhnya sangat menyesakkan.

Untuk individu yang pernah merasa iri, tetapi tidak merasa pernah diirikan orang lain, individu-individu ini diduga adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan rendah diri (inferior), merasa tidak memiliki hal-hal yang dapat dibanggakan sehingga tidak ada alasan orang lain iri kepadanya.

Kemungkinan orang ini kurang memiliki pengalaman berinteraksi secara mendalam dengan orang lain, jaringan sosialnya sempit (tidak memiliki banyak relasi sosial), atau memiliki kesempatan yang kecil untuk mengekspresikan diri atau mengaktualisasi diri. Konsep dirinya kurang berkembang dan harga dirinya rendah. Bila harga diri rendah (inferior), maka orang mudah mengalami iri.

Responsnya terhadap pengalaman iri kemungkinan besar adalah destruktif. Namun, tidak seperti pada tipe individu yang memiliki pengalaman iri dan diirikan secara kuat, individu-individu yang mengalami rendah diri ini kemungkinan besar akan merespons pengalaman iri dengan sikap memendam dan kecewa.

Hal yang penting dilakukan oleh mereka yang mengalami rasa inferior ini adalah mengembangkan relasi sosial yang hangat dengan orang-orang lain. Agar memiliki keberanian, yang lebih dulu diperlukan adalah mengenali kekuatan dirinya dan lebih berfokus terhadap kekuatan-kekuatan tersebut, serta tidak berfokus pada kekurangan yang dimiliki.

Perlu diyakini bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Hal ini perlu diyakini supaya seseorang dapat menerima kekurangan diri sebagai hal yang wajar. Pengenalan terhadap kelemahan diri hanya diperlukan sebagai pijakan untuk mengembangkan diri. Bila inferioritas telah diatasi, maka pengalaman iri akan semakin menghilang


Sumber: dari blog tetangga

Senin, 15 Maret 2010

Gaung Piala Dunia (FIFA WORLD CUP) 2010 South Africa


However was very different from those American Kids. In Fact, he waen’t even an American kia at all, he was African. and he wasn’t on the streets of new york or Los Angeles or Detroit, he was on the other side of the world on the dusty street of mogadishu somalia and althought he was rapper. He could not speak english.



Wah capai juga nih pake bahasa inggris, saya terusin pake bahas indonesia aja deh,,hehehhe,,,lagian K’naan juga ga bisa bahasa inggris.


Setelah membaca biografinya K’naan, ternyata dia tidak bisa berbahasa Inggris. Hasil karyanya banyak menginspirasi saya untuk semangat dalam menjalani hidup, yang lebih hebat dan takjub bahwa hasil karyanya pernah membuat para pejabat PBB marah, terkritik dengan lirik yang dia nyanyikan dalam alunan musik yang di namakan olehnya sebagai ‘troubadoure – soul’.


PBB pun mulai menelusuri siapa K’naan. Ternyata K’naan cuman orang kulit hitam dan memaninkan alat musik sejenis tamborine. Keberanianya berteriak dengan lantang di semua alunan musicnya yang berisi tentang realita kehidupan rakyat bawah yang sering terlupakan oleh elit dunia yang sedang tersenyum. tanpa menghiraukan apakah kaum yang entah dianggap ada atau tidak keberdaannya tersebut cukup makan bisa tidur dengan nyenyak, atau hanya sekedar bisa bernafas dengan tenang diluar sana.


So, liat profil dia berikut ini:


K'naan, [nama lahir: Keinan Abdi Warsame (Somali: Keynaan Cabdi Warsame, Arab: كنعان وارسام)] pada tahun 1978, adalah Seorang musisi, penyair ,rapper, berdarah Somalia – Kanada. Lahir di Mogadishu, Somalia. K'naan menghabiskan masa kecilnya di Mogadishu dan tinggal di sana selama Perang Saudara Somalia, yang dimulai. Bibinya, Magool, adalah salah satu penyanyi paling terkenal Somalia. Kakek K'naan , Haji Mohamed, adalah seorang penyair. K'naan adalah seorang Muslim. Nama K'naan, berarti "pengembara" dalam bahasa Somalia.


Ayah K'naan, Abdi, meninggalkan negaranya, bersama dengan banyak intelektual lain untuk menetap di New York City dan bekerja sebagai sopir taksi. Dia mengirimkan uang ke rumah untuk keluarganya (seperti yang disebutkan dalam " If Rap Gets Jealous"(salah satu K’naan)). Ketika perang saudara terus berlanjut dan situasi di Somalia terus memburuk, Ibu K'naan, Marian Mohamed, mengajukan petisi kepada Amerika Serikat kedutaan untuk sebuah visa keluar. Pada tahun 1991, mereka meninggalkan Somalia.


Mereka bergabung dengan kerabat di Harlem, New York City, sebelum pindah ke Toronto (Kanada). Di negara barunya, K'naan mulai belajar bahasa Inggris, beberapa melalui hip hop album oleh artis seperti Nas dan Rakim. Meskipun tidak berbicara bahasa Inggris, K'naan muda belajar sendiri hip hop dan rap diksi, menyalin lirik dan gaya fonetis. Ia kemudian juga mulai merap sendiri. Dia putus sekolah di kelas sepuluh untuk melakukan perjalanan selama beberapa waktu , mengisi acara-acara dengan rapnya, dan akhirnya kembali ke Toronto.


K'naan menjadi seorang teman dan rekan promotor Kanada Sol Guy. Pada Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi pada tahun 1999, K'naan mengucapkan sepotong kata yang mengkritik PBB karena gagal misi bantuan untuk Somalia. Salah satu penonton, penyanyi Senegal Youssou N'Dour, sangat terkesan dengan penampilan K’naan tersebut muda dan keberanian yang kemudian mengundangnya untuk berkontribusi ke album Building Bridges 2001, sebuah proyek yang membawa K'naan tur keliling dunia.


Proyek ini menyebabkan karyanya di acara PBB lainnya, seperti Montreal Jazz Festival dan Pop Halifax Explosion. Hal ini juga membantunya bertemu produser Kanada Jarvis Church dan tim Track & Field pada tahun 2002, yang menghasilkan debut album The Dusty Foot Philosopher, yang dirilis pada tahun 2005 menjadi pujian kritis.


Pada tahun 2006, ia memenangkan Juno Award for Rap Recording of the Year, dan dinominasikan untuk 2006 Polaris Music Prize. Dia juga memenangkan Award BBC Radio 3 untuk World Music dalam kategori pendatang baru untuk tahun 2007.


The Dusty Foot Philosopher akan dirilis kembali dan re-packaged sebagai "Deluxe Edition" yang menampilkan campuran baru dan bonus DVD di Amerika Serikat (dan berbagai wilayah internasional) oleh perusahaan media yang muncul dan label rekaman iM (Interdependent Media, Inc) pada tahun 2008. Sejak itu, ia telah tur mempromosikan album dan bekerja untuk tindak lanjut rilis, "Troubadour," debut album untuk label baru.


Dia juga telah bekerja sama dengan artis seperti Nelly Furtado, Mos Def, The Roots, Dead Prez, dan Pharoahe Mönch pada tour seperti Live 8 dan Breedlove Odyssey. Ia juga bekerja sama dengan Damian Marley di "Welcome to Jamrock" sesi tur.


K'naan terus naik popularitasnya dengan berpartisipasi dalam BET Awards 2008 Cypher, Ini adalah penampilan perdananya di televisi Amerika. Album kedua, Troubadour, dirilis pada 24 Februari, 2009 pada A & M / Octone Records, dan akan didistribusikan melalui Universal Music Group di seluruh dunia. Dalam album single pertamanya, "ABC's", dirilis ke radio pada akhir 2008. K'naan telah tampil di beberapa video game seperti "Madden NFL 09" dengan lagu ABC's, dan "FIFA 06" dengan lagu Soobax.

Pada bulan September 2009, K'naan bekerja sama dengan J. Periode, seorang lahir LA DJ / produser, dan merilis "The Messengers", tiga volume proyek remix. Setiap volume memberikan tribute kepada ikon-ikon music seperti Fela Kuti, Bob Marley dan Bob Dylan. Itu dirilis, dan merupakan host online gratis di Jperiod.com / knaan.


K'naan juga melakukan tur dengan Jason Mraz selama musim panas tahun 2009 untuk Mraz's Gratitude Cafe Tour.

Sebuah single versi remixed K'naan "Wavin Flag" terpilih sebagai lagu resmi untuk Piala Dunia FIFA 2010 .


Kutipan:
Coutesy by : Kaskus.us



Buat yang belum tahu, Ini nih lirik lagunya K'NAAN yang judulnya WAVIN' FLAG yang dibuat OST FIFA WORLD CUP 2010 di Africa Selatan:

When I get older
I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin flag(x2)

And then it goes back (x3)
Oh
Born to a throne
Stronger than rome
But violent prone
Poor people zone
But it's my home
All I have known
Where I got grown
Streets we would roam

Out of the darkness
I came the farthest
Among the hardest (survival)
Learn form these streets
It can be bleek
Accept no defeat
Surrender, retreat

(So we strugglin')
Fighting to eat
(And we wonderin')
When we'll be free
So we patiently wait
For that faithful day
It's not far away
But for now we say

When I get older
I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a waving flag
(And then it goes back x3)

Ahhho ahhho ahhho

So many wars, settling scores
Bringin' us promises leaving us poor
I heard them say love is the way
Love is the answer that's what they say

But look how they treat us
Make us believers
We fight there battes
Then they deceive us
Try to control us
They couldn't hold us
Cause we just move forward
Just like buffalo soldiers
(But we strugglin)
Fighting to eat
(And we wonderingg)
When we'll be free
So we patiently wait
For that faithfully day
It's not far away

But for now we say
When I get older
I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
(And then it goes back (3x)

And then it goes
When I get older
I will be stronger
They'll call me freedom just
Like a wavin' flag
(And then it goes back (3x)
Ahhhooo ahhhoooo ahhhooo

And then it goes

And than everybody will be singing it
And you and I will be singing it
And we all will be singing it
Woah woah woah

When I get older
I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
(And then it goes back (3x)

And then it goes
When I get older
I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
(And then it goes back (3x)
A oh a oh a oh

When I get older
When I get older
I will be stronger

Just like a wavin' flag (3x)
Flag(x2)
Just like a wavin' flag



Selasa, 02 Februari 2010

7 Tanda si Dia Bukan Mr Right


WANITA sering bertanya-tanya kriteria pria idaman seperti apa dan untuk mereka jadikan pendamping hidup. Beberapa wanita mengatakan, mereka bisa tahu sifat serta karakter pria lewat kencan dan masa pacaran. Tapi, yakinkah Anda untuk meneruskannya ke jenjang pernikahan? Apa benar "Dia" adalah Mr Right (lelaki baik)???

Jika kini Anda sedang mempertimbangkan sebuah komitmen jangka panjang atau pernikahan, sekarang saatnya untuk bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan sulit. Pertanyaan yang diulas Yahoo berikut bisa menjadi tanda-tanda yang mungkin menunjukkan dia bukanlah "the one" yang selama ini Anda cari. Apa saja?

1. Anda memiliki daftar hal-hal yang harus Anda berhenti lakukan/katakan/pakai jika ingin langgeng dengannya

Jika Anda terpaku dan menuruti kemauannya tanpa alasan masuk akal, sebaiknya pertimbangkan lagi. Sebab, proses pengenalan membutuhkan rasa empati satu sama lain. Dengan Anda menjadi diri sendiri, maka ia akan semakin mengenal kekurangan Anda. Bukan malah mencoba mengatur dan mengubah diri sesuai dengan jalan pikirannya.

Jika caranya mengatur hidup Anda terlalu jauh sehingga tidak ada lagi kenyamanan dan rasa empati, maka saatnya untuk menyelesaikan hubungan. Biarkan waktu memberi Anda kesempatan untuk bertemu dengan seorang pria yang dapat menerima kelemahan Anda, tanpa memaksakan harus berubah ketika Anda bersamanya.

2. Anda tidak percaya padanya

Cemburu dalam dosis kecil bisa menyehatkan hubungan Anda dan pasangan. Namun, jika kecemburuan itu sampai membuat Anda me-hacking e-mail account si dia, maka ada sesuatu yang sudah tidak sehat lagi. Jika ada sesuatu tentang dirinya yang membuat Anda tidak percaya dan terus menerus mencurigainya, maka mungkin saja dia tidak tepat untuk Anda.

3. Anda menghindari konflik apapun

Perdebatan itu sehat, bila dilakukan dengan benar dan tanpa tuduhan yang menjurus ke arah menghakimi. Dengan adanya pertengkaran dalam sebuah hubungan, Anda dan pasangan bisa semakin mengenal karakter lebih mendalam, misal bagaimana ketika sedang berada pada titik emosi, bagaimana belajar menerima kelebihan dan kekurangan, serta bagaimana caranya untuk membuka hati untuk memaafkan. Jika ia tipikal yang mengabaikan dan menggampangkan masalah, bisa jadi ia tidak berniat serius.

4. Bila sedang sedih, Anda mencari kenyamanan darinya

Bila Anda sedang dilanda kesedihan, Anda ingin berbagi cerita kepada pasangan dan menumpahkan kesedihan di bahunya, bukan malah mengunci diri di kamar mandi hingga ia tidak dapat melihat Anda dalam kondisi terpuruk. Mr Right harus dapat membuat Anda tersenyum, termasuk saat Anda sedang berlinang air mata. Kehadiran dia juga memberikan kenyamanan, ketenangan, dan bisa meredakan stres Anda.

5. Dia sedang berjuang akibat kecanduan

Dia manis. Dia menarik. Dia sangat mencintai Anda. Tapi, ia juga mencintai kebiasaan mengonsumsi alkohol atau berjudi. Jangan membodohi diri sendiri dengan berpikir bahwa Anda dapat mengubah kebiasaannya atau bahwa hubungan Anda akan menjadi cukup kuat untuk menahan rasa sakit yang diakibatkan kecanduan yang ia rasakan. Pecandu mungkin dapat berubah, tetapi dia akan melakukannya dengan caranya sendiri.

6. Anda tidak dapat benar-benar membayangkan dia akan menjadi ayah dari anak-anak Anda

Tanyakan diri sendiri: Apakah dia merupakan sosok orangtua yang hebat? Apakah dia bertanggung jawab secara finansial? Jika Anda ragu, ia mungkin bukan pria yang tepat. Walaupun ia terlihat hebat, tetapi ada perasaan aneh yang terlintas di benak Anda, maka jangan abaikan perasaan itu. Insting di dalam hati Anda yang sebenarnya keluar dari lubuk hati terdalam.

7. Tujuan hidup jangka panjang yang tidak sama

Anda ingin segera punya anak, sementara kekasih tidak. Kalian berbeda agama. Dia tinggal di kota A dan tidak ingin pindah, sementara Anda ingin merasakan tinggal di kota lain. Perbedaan dangkal dapat diatasi, tetapi perbedaan dalam nilai-nilai dasar lebih sulit untuk disatukan. Tanyakan kepada diri sendiri: "Apakah aku akan mau berkompromi dalam perbedaan itu?". Jika jawabannya benar-benar tidak, Anda tidak akan saling cocok.


(Sumber: www.msn.com)